donita: selalu gemetar kalau lihat ambulans Mungkin masih banyak yang belum tahu dengan sosok cewek cantik ini. Namanya, Noni Annisa Ramadhani alias Donita (18). Kini, wajahnya sedang menghiasi layar bioskop tanah air lewat film perdananya berjudul Suster Ngesot, yang juga dibintangi Nia Ramadhani dan Mike Lewis. Ia juga tengah main di sinetron Cinta Fitri (SCTV) bersama Shireen Sungkar dan Tengku Wisnu. Sebelumnya, cewek kelahiran Bandung, Jawa Barat, 14 Februari 1989 ini juga mendapat peran di sinetron Makin Sayang (2006), Dewa Asmara (2006), dan Mak Comblang (2006). Sebagai pendatang baru, model iklan beberapa produk ini, seperti Zinc Shampoo, Tessa Tissue, Cresida, Indosat, dan Ramayana, cukup eksis. Kendati demikian, nama Donita belum dikenal banyak orang. Aktingnya pun masih biasa-biasa saja. Namun, semua itu tak membuatnya kecil hati. “Akting saya memang masih sangat kurang. Bahkan, sutradara masih sering mengingatkan agar jalan biasa saja karena bukan catwalk,” ungkap dara berkulit kuning langsat ini. Donita berjanji untuk terus memperbaiki diri. Donita menjelaskan kiprahnya di dunia hiburan adalah hasil paksaan mamanya, Yeni Heniawati, yang sejak dulu membuatnya jadi lebih feminin. “Dulu ‘kan saya tomboi banget, nggak suka pakai rok dan main boneka. Makanya, mama yang selalu dandani saya supaya terlihat cewek. Lalu, karena takut ada apa-apa, mama papa memasukkan saya les menari daerah. Tapi itu cuma bertahan 3 bulan. Setelah itu, saya les nyanyi sampai kelas 3 SMP. Juga tetap malas-malasan. Akhirnya, saya les modeling di Bandung. Nah, itu mungkin yang berpengaruh terhadap perubahan saya. Di situ, saya belajar jalan yang benar, pakai hak tinggi, dan dandan. Awalnya sih terbebani. Tapi, lama-lama suka juga,” lanjutnya. Donita mulai getol ikutan berbagai kegiatan modeling, seperti fashion show dan pemotretan. Hanya saja, Donita belum total benar, mengingat ada amanat orangtuanya yang harus dilaksanakan. “Sebelum meninggal, papa berpesan agar saya menyelesaikan sekolah dulu, baru boleh serius di modeling,” katanya. “Bahkan, mama pernah bilang, ‘Sekarang milih sekolah yang berhenti, atau model yang berhenti?’ Ya, saya berusaha meyakinkan mama kalau keduanya bisa jalan bareng,” tambahnya. Suatu hari, Donita menemani temannya kasting di Jakarta. Tapi Donita malah ditawari Wawan dari Portrait Management untuk main sinetron. “Berhubung orangtua belum memperbolehkan saya main sinetron, jadi saya dikontrak dulu sama Portrait. Nah, dalam perjanjiannya, setelah lulus SMA baru bisa main sinetron,” terang Donita sambil tersenyum. Begitu lulus SMA, Donita mendapat tawaran main sinetron produksi MNC berjudul Dewa Asmara. Layaknya pemain baru lainnya, Donita juga sempat canggung saat syuting pertama. “Saya bukan tipe orang yang suka keramaian. Apalagi, saya juga bukan tipe orang yang suka dengan hal-hal baru,” ujarnya. Donita juga memiliki kendala lain, sulit menghapal skenario. Menurut Donita, sejak dulu, memang tidak suka membaca. “Hapalan saya kacau banget. Makanya, pas harus menghapal skenario, bermasalah karena saya nggak suka baca. Biasanya, skenarionya dibacain dulu sama astradanya. Kalau nggak begitu, masuknya lama. Dari dulu, saya belajar dari apa yang saya lihat, dengar, dan alami,” aku Donita. “Kalau pun dipinjamin buku teman, saya minta dibacain, tidak baca sendiri,” sambung cewek yang waktu kecil bercita-cita jadi guru ini. phobia ambulans Berbekal pengalaman berakting di beberapa sinetron, si bungsu dari dua bersaudara ini merambah layar lebar. Donita diberitahu manajemennya, di MD Entertainment sedang ada kasting sebuah produksi baru. Donita pun ikut kasting. Begitu tahu kebagian sebuah peran, Donita senang. “Awalnya, saya tidak tahu Suster Ngesot itu film. Malah, saya kira ini FTV karena nggak pernah nanya-nanya juga sih. Datang kasting, ya datang aja,” akunya lugas. “Nah, begitu pas workshop, saya dikasih tahu Nia kalau ini layar lebar. Makanya, tadinya saya bingung, kok kalau FTV pakai reading segala,” ujarnya sambil tertawa. Donita mengakui, banyak pengalaman berharga selama syuting Suster Ngesot. Namun, yang tak terlupakan saat melihat lawan mainnya yang berperan sebagai suster ngesot, Lia Waode, kesurupan. “Saya lihat makhluk yang memasukinya dan mencoba menenangkannya,” sebutnya. Lho, apakah Donita memiliki indera keenam? Boleh dibilang begitu. Tak heran, di lokasi syuting, baik di asrama Bogor, Gedung Cipta Niaga di Kota, dan kuburan, Donita kerap menyaksikan dengan mata kepala sendiri makhluk-makhluk dunia lain berkeliaran. Menurut penyuka warna pink ini, kemampuan tersebut sudah dimiliki sejak masih duduk di bangku SD kelas 2. Saat itu, secara tak sengaja, Donita melihat banyak arwah penasaran di dalam sebuah ambulans di suatu tempat angker di Bandung. “Saya lihat ada orang-orang kecelakaan yang minta tolong. Makanya, sejak itu saya phobia ambulans. Bahkan, sampai tiga hari nggak masuk sekolah. Kalau ada ambulans di jalanan, jangan harap saya buka mata. Bahkan, suatu hari saat latihan menyetir mobil, saya hampir nabrak karena lihat ambulans. Saya gemetar lihat ambulans,” kisah Donita yang mengaku sangat sulit mengalahkan rasa takutnya itu. “Apalagi saya itu tipe orang yang trauma. Nah, mulai saat itu saya sadar bisa lihat hal-hal yang aneh. Waktu papa meninggal dan dimasukkan ambulans, saya lihat ada wanita jongkok dekat papa,” bilangnya. Apakah Donita tidak merasa terganggu memiliki kemampuan seperti itu? Menurut Donita, awalnya memang sangat mengganggu. “Sebenarnya sudah pernah ditutup waktu SMP, tapi nggak tahu kenapa SMA kebuka lagi. Saya lebih enak jadi orang normal. Cuma kalau udah kayak gini, ya sudahlah terima saja,” ujar Donita. Saat disinggung soal kelanjutan kariernya, Donita mengatakan, saat ini prioritas utamanya dunia akting. Tapi bukan berarti ia akan meninggalkan modeling yang telah membesarkan namanya. “Modeling ‘kan sudah pernah, sekarang akting dulu. Nanti mungkin saya akan balik lagi nyanyi. Tapi, sekarang suaranya udah berantakan lagi. Saya menyesal kenapa dulu nyanyinya nggak diseriusi. Nggak apa-apalah kalau harus mulai dari nol lagi, hehehe,” kata Donita yang saat ini berdomisili di Jakarta bersama mamanya. Kalau memang merasa berbakat, kenapa tidak?
Caption: Donita mengaku masih kesulitan menghapal skenario.
Saat itu, secara tak sengaja, Donita melihat banyak arwah penasaran di dalam sebuah ambulans di suatu tempat angker di Bandung. “Saya lihat ada orang-orang kecelakaan yang minta tolong. Makanya, sejak itu saya phobia ambulans. Bahkan, sampai tiga hari nggak masuk sekolah. Kalau ada ambulans di jalanan, jangan harap saya buka mata. Bahkan, suatu hari saat latihan menyetir mobil, saya hampir nabrak karena lihat ambulans. Saya gemetar lihat ambulans,” kisah Donita yang mengaku sangat sulit mengalahkan rasa takutnya itu.
0 komentar